PENYULUH KB DAN IMP TELADAN,
SEBAGAI PENYEMANGAT DALAM BERKARYA
SEKALIGUS SEBAGAI PENGHARGAAN DALAM KARYANYA
YOGYAKARTA.......ISTIMEWA,
PKB JOGJA.......MANTAP, PKB JOGJA... HEBAT
YOGYAKARTA.......ISTIMEWA,
IMP JOGJA... BERKARYA, IMP JOGJA......JAYA
Itulah YEL – YEL yang didengungkan pada seleksi PKB dan IMP di BKKBN Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dilaksanakan pada hari ini, Selasa, tanggal 15 Mei 2012.
Seleksi Penyuluh KB ( PKB ) dan IMP dalam hal ini Sub PPKBD tingkat RW di BKKBN Perwakilan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, diikuti oleh 5 PKB dari 4 Kabupaten dan 1 Kota dan 5 Sub PPKBD Tingkat RW dari 4 Kabupaten dan 1 Kota yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebelum pelaksanaan seleksi, untuk mencairkan suasana agar tidak tegang, dilakukan Bina Suasana yang dipandu oleh Ir. Sri Sugiyarti, M.Kes. Dalam Bina Suasana ini para peserta diminta untuk saling mengenal dengan menyebutkan nama masing – masing sekaligus menyebutkan nama peserta lain yang sudah memperkenalkan diri. Disamping itu peserta diajak menyanyi dengan menggubah syair lagu satu satu ( SATU SATU, AKU SAYANG KB, DUA – DUA AKU SAYANG KS, TIGA – TIGA AKU SAYANG DAL DUK ( pengendalian kependudukan ), SATU , DUA, TIGA SAYANG SEMUANYA ) dengan melepas sepatu, dan para peserta mendapatkan atau memakai sepatu yang bukan miliknya, kemudian diminta untuk berjalan kembali. Dari sini para peserta seleksi PKB dan IMP diminta pendapatnya mengenai apa yang dirasakan ketika berjalan dengan sepatu yang bukan miliknya, hasil dari jawaban mereka adalah sebagai berikut :
~ merasa lucu
~ merasa tidak percaya diri
~ merasa tidak nyaman
~ harus bisa jaga diri karena menggunakan sepatu yang tidak pas
~ harus bisa menyesuaikan diri dengan apa yang dirasakan
~ dijalani dengan enjoy
~ bahwa pengalaman tidak semuanya enak
Pengalaman yang dirasakan tersebut tentunya merupakan salah satu gambaran dari apa yang juga dialami Penyuluh KB ataupun IMP dalam melaksanakan karya bhaktinya, akan mendapatkan sesuatu yang belum tentu sesuai dengan yang diharapkan, akan mengalami rasa tidak percaya diri, harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada dan sebagainya sehingga kesulitan dan hambatan dalam karya bhaktinya dapat dijalani dengan enjoy.
Masuk dalam acara seleksi Penyuluh KB dan IMP Teladan, diawali dengan mengambil no undian bagi masing – masing peserta, bagi Penyuluh KB ditambah dengan mengambil undian materi yang akan dipresentasikan.
IMP yang mengikuti seleksi sesuai nomor undian adalah sebagai berikut :
Ø Sumiyati dari, Kabupaten Sleman
Ø Rusminah dari, Kabupaten Gunungkidul
Ø Siti Hudaniyati, Kota Yogyakarta
Ø Dwi Hartoyo, dari Kabupaten Kulon Progo
Ø Widi Sutarsih dari Kabupaten Bantul
Dari masing – masing IMP hampir semua menyampaikan penerapan 6 ( enam ) peran bhakti diwilayah mereka, ada yang menarik dari salah satu peserta yaitu Sumiyati dari kabupaten Sleman, bahwa dalam upaya melaksanakan 6 ( enam ) peran bhakti IMP, dia mempunyai program kerja untuk peningkatan kesertaan KB mantap ( maksud dari yang dia sampaikan alat kontrasepsi MKJP IUD dan Implant serta kontrasepsi mantap MOW dan MOP ) mengajak peserta yang sudah menggunakan kontrasepsi di atas sebagai motivator, karena diwilayahnya panutan sebagai motivator masih sangat dipercaya.
Penyuluh KB yang mengikuti seleksi sesuai dengan nomor undian adalah sbb :
· Dra. Siti Banindaru Suniwarah dari Kota Yogyakarta
Bu ndaru mendapatkan undian materi mengenai Strategi Pengembangan BKS diwilayah, dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa dalam pengembangan BKS,
+ Pertama untuk BKR digabungkan dengan PIK R, saling mengisi dan diadakan kegiatan ekonomi produktif ( UPPKS )
+ Kedua untuk BKL digabungkan dengan TPL, kegiatan senam dan kegiatan ekonomi produktif lansia yang tergabung dalam UPPKS
+ Ketiga untuk BKB dikembangkan alat bantu permainan yang berbentuk monopoli BKB, dalam monopoli BKB ini ada permainan yang materinya menggunakan kantong wasiat, jadi monopoli BKB merupakan permainan kegiatan BKB yang dikolaborasikan dengan kantong wasiat BKB agar menambah warna dalam permainan kegiatan di BKB.
· Dra. Harini Setyaningrum dari Kabupaten Sleman
Bu Rini, panggilan akrapnya mendapatkan materi Strategi Peningkatan KB Pria, dalam presentasinya disampaiakn bahwa di wilayahnya memang pencapaian KB pria masih rendah sekitar 10 persen, sehingga justru jadi pemikiran bagi bu Rini, bagaimana nantinya agar bisa meningkatkan pencapaian KB Pria, yaitu disampaiakan :
~ Pertama akan koordinasi dengan lurah untuk menyampaikan pencapaian KB pria dan minta dukungan dalam upaya peningkatannya
~ Kedua akan meningkatkan penyuluhan / KIE KB pria melalui pertemuan – pertemuan yang pesertanya bapak – bapak seperti pertemuan kepala dusun yang mana mereka bisa menginformasikan KB pria kepada bapak – bapak.
~ Ketiga kadus diminta bantuannya untuk menginventarisasi PUS yang bisa dimotivasi MOP dan Kondom.
· Sunartiningsih, SE dari Kabupaten Kulon Progo
Bu narti, nama sapaannya mendapatkan materi Strategi Peningkatan PHBK ( Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan ), dalam presentasinya disampaikan bahwa belum begitu tahu tentang PHBK karena baru dicanangkan tanggal 8 Mei 2012 sekaligus acara MUPEN ON THE ROAD di Prambanan, kabupaten Sleman, namun jika sudah mendapat sosialisasi bu narti akan melakukan sosialisai PHBK, bu narti juga berpendapat bahwa PHBK sangat berkaitan dengan Penduduk Tumbuh seimbang tahun 2015, dan menyampaiakan keterkaitan PHBK dengan PUP, Narkoba dan HIV/AIDS yang harus disampaiakan ke generasi muda agar tidak tercebur dalam seks bebas dan membuat generasi di masa depan ambruk.
· Suroto dari Kabupaten Gunungkidul
Pak roto, panggilan bekennya mendapatkan materi Strategi Pengembangan Kemitraan dalam Penggarapan Program KB. Disampaikan oleh pak roto bahwa mitra kerja tidak bisa terlepas dari tokoh formal ( lurah dan perangkat lainnya) dan non formal ( IMP, kader yandu ), juga dari puskesmas, dari teman – teman di PAUD. Kemitraan yang lain bagi pak roto juga mengkait dengan kelompok pendidikan luar sekolah seperti kejar paket A, kejar paket B dan kejar paket C dimana dari kegiatan tersebut bisa dipakai sebagai wadah dalam menyampaiakan program KB.
Strategi yang dilakukan bertumpu pada pemikiran Cepat tanggap terhadap lingkungan, yang dibutuhkan warga saat ini apa, serta memanfaatkan momentum – momentum yang bekerjasama dengan program KB.
· Dra. Sri Mulat Purwanti dari Kabupaten Bantul
Bu Mulat, nama yang sangat dikenal di kalangan Penyuluh KB Kabupaten Bantul mendapatkan materi Strategi dalam Memasarkan data Hasil Pendataan. Dalam presentasinya disampaikan data hasil pendataan disosialisasikan melalui :
~ Tokoh masyarakat
~ IMP
~ LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa )
Data tersebut bisa digunakan untuk penyantunan lansia, balita miskin yang mana diambil dari keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera Tahap I alasan ekonomi.
Kemudian untuk peningkatan kesertaan KB, hasil pendataan disosialisasikan melalui kelompok Posyandu, forum PKK.
Disampaikan pula bahwa meskipun belum dalam bentuk SK, dalam pemanfaatan data hasil pendataan tetapi dalam realisasinya pak lurah/kepala desa selalu memanfaatkan data keluarga Pra Sejahtera dan KS I alasan ekonomi untuk data – data yang sifatnya memberikan bantuan.
Hasil Seleksi Penyuluh KB Teladan dan IMP teladan tidak langsung diumumkan pada hari ini, tentunya para yuri Seleksi Penyuluh KB dan IMP teladan harus betul – betul jeli dalam menilai, memilih, melihat profil peserta, bagaimana keberhasilan dalam memajukan program KB di wilayah, inovasi apa yang dibuat untuk program KB, sehingga Penyuluh KB dan IMP yang terpilih betul - betul pantas mengikuti seleksi tingkat nasional, karena penilaian PKB dan IMP teladan pada tahun 2012 ini berbeda dengan tahun kemarin, yang mana tidak ada tinjauan wilayah baik untuk potensi kegiatan yang terkait dengan program KB, administrasi kegiatan baik PKB maupun kelompok kegiatan serta dukungan tokoh masyarakat di wilayahnya.