Selamat Datang di Website Pendidikan Jarak Jauh BKKBN
  • Selamat Datang di Website Pembelajaran Jarak Jauh Bagi PKB/PLKB

    E-Learning BKKKN adalah media pembelajaran online yang berupa portal e-learning yang diperuntukkan bagi PKB/PLKB. Petugas PKB/PLKB yang ingin berbagi informasi dapat menggunakan E-Learning BKKBN ini sebagai wahana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan secara online. E-Learning BKKBN dikembangkan dan dipelihara secara swadana oleh seorang penggiat e-learning dengan menggunakan perangkat lunak LMS Moodle.

    Bagi anda yang mempunyai mata pelajaran di E-Learning BKKBN, anda dapat login (klik disini untuk login) dan silahkan menghubungi kami di ditfor@bkkbn.go.id. Bila anda mendapatkan kesulitan saat login, silahkan kontak kami.

    Untuk melihat mata kuliah yang sudah tersedia, silahkan browsing Available Courses di bawah.


Berita

Gambar dari Achmadi Admin
29 JUNI HARI KELUARGA NASIONAL Menggelorakan Kembali Semangat Gotong Royong
dari Achmadi Admin - Tuesday, 31 August 2010, 05:23
 
Di tengah ancaman terjadinya “baby boom” kedua akibat penanganan program KB pasca otonomi daerah yang cenderung mengendor, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVII dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VII Tahun 2010 yang secara nasional dipusatkan di Palu Sulawesi Tengah, 20 Juli 2010 mendatang, mengambil tema sentral “Dengan Semangat Gotong Royong Kita Mantapkan Pemberdayaan Masyarakat dan Revitalisasi Program KB Nasional” dengan motto “Gotong Royong Keluarga Membangun Desa dan Kelurahan”. Dengan tema sentral tersebut, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai pengampu program Keluarga Berencana (KB) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengampu kegiatan pemberdayaan masyarakat berharap momentum Harganasdan BBGRM menjadi momentum strategis untuk mengingatkan kembali pada masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam rangka memantapkan pemberdayaan masyarakat dan menggiatkan kembali program Keluarga Berencana (KB).

Setidaknya ada dua alasan mendasar mengapa tema Harganas dan BBGRM tahun ini menekankan pada aspek gotong royong sebagai faktor kunci dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan merevitalisasi program KB. Pertama, gotong royong merupakan filosofi leluhur yang di dalamnya mengandung aspek nilai-nilai yang tinggi kualitasnya yaitu integritas, nilai kebangsaan, dan kegotong royongan. Ketiga hal tersebut menjadi landasan semangat berdirinya negara Indonesia. Oleh karena itu sangatlah pantas apabila pemerintah selalu mengingatkan pada masyarakat akan fungsi pentingnya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sekarang ini semangat kegotongroyongan jauh mengendor dibandingkan masa lalu. Di masyarakat, hal ini tampak sekali dengan semakin sedikitnya orang-orang yang terlibat dalam aktivitas kerja bakti, sambatan dan kegiatan sosial lainnya, kecuali dari kalangan generasi tua yang terus berupaya sekuat tenaga “nguri-uri” tradisi leluhur tersebut. Sementara kalangan remaja semakin asyik dengan produk-produk hasil kemajuan teknologi seperti telepon seluler, televisi, radio, tape recorder, internet, game, dan sebagainya yang membuat mereka egois dan cenderung tidak mempedulikan orang lain.

Mengendornya semangat kegotongroyongan di masyarakat perlu segera diantisipasi dengan memperkuat komitmen kita bersama untuk terus menumbuhkan semangat peduli terhadap sesama, meneguhkan rasa tanggung jawab bersama dan memantapkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, kebersamaan dalam bentuk gotong royong akan memperkuat integrasi sosial masyarakat di desa dan kelurahan sehingga tercipta keharmonisan kehidupan bersama, yang akan bermuara pada penguatan persatuan bangsa dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Telah kita ketahui bersama bahwa nilai-nilai gotong royong telah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita sebagai bagian dari sistem budaya bangsa. Di masa lalu, banyak daerah dalam lingkup NKRI yang menempatkan gotong royong sebagai bagian dari tradisi kehidupan masyarakat. Karena sudah menjadi semacam tradisi, gotong royong telah diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat kita di manapun berada, tanpa membedakan suku, ras maupun agama. Walaupun nama dan istilah gotong royong ini berbeda untuk beberapa daerah di Indonesia, seperti ”ngayah” di Propinsi Bali, ”Mapalus” di Minahasa Sulawesi Utara, atau ”gugur gunung” di Jawa, namun penerapan dalam kehidupan tetap sama, yakni saling membantu dan tolong menolong, dalam suasana suka maupun duka. Hal tersebut menunjukkan bahwa gotong royong telah menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup. Bila hal itu dioptimalkan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan penggiatan kembali program KB, tentu akan menjadi kekuatan besar untuk dapat mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi idaman kita bersama.

Di era globalisasi ini, semangat gotong royong memang harus dikembangkan dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan KB agar lebih dinamis, sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas sebagai cara jitu untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara terutama masalah cepatnya laju pertumbuhan penduduk, tingginya angka kemiskinan, dan masih banyaknya keluarga yang terkungkung oleh kebodohan dan keterbelakangan. Atas dasar itu, dalam implementasinya di masyarakat, perwujudan semangat gotong royong harus ditunjukkan dengan upaya melibatkan segenap komponen masyarakat dalam penggarapan program sejak perencanaan hingga pengawasan dan monitoring agar hasilnya lebih baik, lebih bisa diterima, dan memberi manfaat secara optimal.

Yang kemudian harus kita pikirkan bersama adalah bagaimana memanfaatkan momentum peringatan Harganas XVII dan BBGRM VII tahun 2010 ini untuk mengobarkan kembali semangat gotong royong ini di masyarakat bahkan dalam lingkungan yang lebih kecil, yakni keluarga demi kepentingan menyukseskan program-program pembangunan yang telah digariskan dalam RPJMN 2010 - 2014. Dengan demikian, sudah tepat kiranya jika BKKBN dalam peringatan Harganas XVII tahun ini memadukan dengan BBGRM) VII yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri. Karena telah terbukti bahwa gotong royong merupakan sumber energi yang tidak ada habisnya untuk memecahkan berbagai persoalan di masyarakat pada saat sekarang dan di masa mendatang yang makin kompleks. Juga menjadi sumber inspirasi untuk menggiatkan kembali program-program pemberdayaan masyarakat dan keluarga melalui program KB. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi nafas dan gairah baru agar upaya mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan keluarga kecil bahagia sejahtera lebih cepat terealisir, apapun tantangan dan masalah yang dihadapi. Semoga.

Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan PMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo.





Gambar dari Achmadi Admin
PENGANTAR DEMOGRAFI
dari Achmadi Admin - Tuesday, 31 August 2010, 05:22
 

Materi Vicon lip4 pada Peluncuran Pembelajaran e-learning tanggal 16 Agustus 2010




Gambar dari sinta waty
Notulen Rapat Vicon LIP4 bulan Agustus 2010
dari sinta waty - Friday, 13 August 2010, 09:09
 
Notulen Rapat Vicon LIP4 bulan Agustus 2010

Kategori Kursus


Skip Welcome

Welcome

Sistem ini merupakan sistem yang dikembangkan untuk menunjang kegiatan akademik yang diselenggarakan di BKKBN. Kolaborasi pengajar diharapkan lebih intensif dengan tersedianya sistem ini. Untuk dapat memanfaatkan sistem ini, dapat melakukan registrasi terlebih dahulu.




Skip Calendar

Calendar

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 Today Friday, 3 September 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30   
Skip Online Users

Online Users

last 10 minutes: Tidak ada